Skip to main content

Tutorial Hydra Part I ( Cracking FTP Account Using GUI Mode )

Tutorial ini tentang cracking ftp password dengan Hydra.

Relate search :  hacking, cracking, backtrack, hydra, hydra -G, kali, linux, password, username, email, server, website, terminal.

Hydra adalah suatu tools yang di gunakan untuk melakukan bruteforcing kepada akun tertentu di suatu jaringan atau server, contohnya FTP dan SSH. hydra adalah tools opensource, dan sudah bisa di install di segala platform termasuk windows, linux dan mac. tools ini memiliki dua versi yaitu, versi GUI dan versi CLI, pada kali ini saya akan memberikan contoh menggunakan GUI Mode. untuk lebih jelasnya tetang keterangan dari Hydra , bisa lihat di website aslinya di sini https://www.thc.org/thc-hydra/

tutorial kali ini saya akan memberikan langkah-langkah untuk melakukan bruteforcing kepada akun FTP .
WARNING : Tutorial ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan bagi para pemilik akun ftp agar tau dan bisa memproteksi akun miliknya agar tidak bisa di crack atau di retas. diharapkan bagi pembaca yang belum mengenal etical hacking, untuk mempelajari etical hacking terlebih dahulu.

berikut langkah-langkahnya :

1. Buka terminal , tekan ctrl+alt+T atau klik shortcut yang ada pada distro milik anda. sebelum melakukan cracking terhadap target, kita harus mengetahui apakah service FTP dan port target sedang aktif atau tidak. hal ini juga menjadi salah satu cara untuk para pemilik server , untuk tidak selalu mengaktifkan service FTP nya apabila tidak di butuhkan.

2. Ketik "nmap <host target atau ip server target>" seperti target berikut , saya menggunakan localhost sebagai target kali ini. maka saya ketik "nmap 127.0.0.1" seperti gambar di bawah ini.


3. dapat di lihat di atas, bahwa ternyata service ftp sedang berjalan di host 127.0.0.1 dengan port 21 (port default dari FTP).



4. selanjutnya ketik "xhydra" untuk membuka hydra versi GUI, maka hasilnya akan keluar Hydra seperti berikut :



5. pada tab target silahkan masukkan target pada textbox singgle target (apabila target cuma satu) pada target list masukkan file text berisi host target (apabila target lebih dari satu). pada contoh kali ini saya hanya memiliki 1 target yaitu localhost.
- masukkan nomer port yang aktif tadi, yaitu : 21
- pilih protocol yang menjadi target :  FTP
- centang "Be Verbose" agar, aksi yang di lakukan nanti akan memiliki history dan di tampilkan di layar.


6. pada tab PASSWORDS Masukkan username dan password di textbox username dan password ( apabila hanya mempunyai satu username dan password ), masukkan di texbox username list dan password list ( apabila mempunyai lebih dari satu username dan password ) , pada textbox ini kita masukkan wordlist kita yang sudah kita punya.
pada contoh kali ini, saya memasukkan wordlist bernama rockbrute.txt . seperti pada gambar berikut :


Maka hasilnya akan seperti berikut :
- centang " try login as password " dan " try empty login ".


7. setelah semua di lakukan, waktunya kita jalankan aksinya. klik tab start, lalu tekan tombol start untuk memulai. tunggu sampai  aksi selesai. lama aksi ini tergantung dengan kerumitan user dan password yang di punya oleh pemilik akun ftp. hal ini dapat di manfaatkan oleh para pengguna FTP agar mengenkripsi user dan password miliknya agar tidak mudah di retas .


8. apablia berhasil, maka hasilnya akan seperti ini :

Login dengan username :  nobody
password : lampp



9.  untuk memeriksa apakah user dan password nya benar, selanjutnya kita akan mencoba login ke akun ftpnya menggunakan filezilla. 

masukkan host : 127.0.0.1 
username : nobody 
password : lampp
port : 21

NB : semua yang di isikan , tergantung pada hasil dan target yang anda punya.


bisa di lihat di atas , bahwa koneksi ke ftp berhasil. dan saya dapat mengakses semua file yang ada di dalam server target.

NB : sebelah kiri adalah direktori local , sebelah kanan adalah direktori server.

Popular posts from this blog

OpenVPN Alternatif Solusi Menanggulangi Blokir dari KOMINFO

Sejak akhir juli 2022 kemaren indonesia di gegerkan dengan tindakan kominfo atas diblokirnya banyak platform digital karna tidak mendaftar PSE, terutama paypal dan plaform game (steam, epic game dll). keputusan ini semakin membuat netizen geram dikarenakan platform judi online malah disetujui untuk beroperasi karna sudah daftar PSE. Jujur menurut saya memang keputusan ini sejak awal saya dengar sudah mengada-ada karna sangat aneh memblokir semua platform digital yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya dan hanya membolehkan akses platform yang sudah mendaftar yang jumlahnya hanya ratusan.  saya sebagai developer juga merasa aneh banget ini kebijakan apalagi platform development juga banyak yang di blacklist oleh kominfo seperti, github, gitlab, bitbucket, even website CDN pun di blacklist. astaga wkwkwk. anyway terlepas dari kebijakan konyol ini, saya mau berbagi tips cara agar tetep bisa mengakses semua platform tersebut tanpa ada halangan, yaitu dengan menggunakan VPN. banyak ban...

Playing with Hooks in Gorm #GolangDev

Pixabay Hello everyone, I would like to share some tricks in gorm, the Idea of this tricks is to execute a command or code statement in the middle of an ORM operation, if you ever know about trigger in the query language, then hooks is just kinda like that. Hooks could execute statement in some events such as: beforeCreate, beforeUpdate, afterCreate,  and afterUpdate . those event is similar as a trigger,  when the trigger is executed in DBMS layer, hooks are executed in the application layer. In my real case, my current company has different convention of naming database column, so when I try to implement ORM, a lot of columns such as created_at, updated_at and deleted_at can't be generated automatically. also if you have a custom UUID you could pass the value UUID generator into hooks before the insert is executed. for more detail let's jump into code : # Explanation Above code containing model struct, and several methods from gorm to serve model, TableName method used to d...

Variadic Function vs Slice Param Function in Golang #GolangDev

pixabay.com Hello everyone, good to see you again. I am gonna share about a simple thing in fundamental Golang, this article inspired by a QnA in a website and I think I will tell the answer more flexible and wider in my personal tutorial, so this is about differentiation between Variadic Function and Slice Param in Function. # Variadic Function Variadic function is an unique code, this code is enable us to passing a infinite params in one function, we know that we need to put parameters in function we need to put the space in there, for example : function(param1 int, param2 string), golang absolutely doing that thing too, seems like the other languages, but Variadic function is a something new, you could put many value in function and sapparated by comma, you maybe thing about passing array in parameters but this is something different, you dont need to put parenteses when you call the function, it just like you put regular parameters but have an infinite numbers.  fo...